Budayakan Literasi Sekolah Melalui Ban Bekas

Selain menumbuhkan dan memperkuat karakter siswa, Program PPK juga mendorong peningkatan kemampuan literasi peserta didik di sekolah. Sekolah juga diperbolehkan memfasilitasi kegiatan literasi bagi siswa dan warga sekolah lainnya selama sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Hal ini telah dilakukan oleh SMA Negeri 11 Kota Jambi yang menyediakan meja dan kursi literasi serta beberapa koleksi buku di sudutsudut sekolah. Uniknya, kursi-kursi literasi ini dibuat oleh para siswa dari ban bekas dan tidak sembarang orang dapat mendudukinya. Kursi-kursi itu diberi penanda “Dilarang Duduk Kecuali Literasi” sehingga hanya orang yang hendak membaca saja yang dapat menggunakannya.

Budayakan Literasi Sekolah Melalui Ban Bekas

Tak sungkan teguran akan diberikan oleh siapapun warga sekolah yang melihat kursi tersebut digunakan hanya untuk mengobrol atau sekadar bersantai saja oleh seseorang atau lebih. Dalam membuat meja dan kursi literasi tersebut, para siswa SMA Negeri 11 Kota Jambi juga diajak untuk berkreasi mengolah ban bekas menjadi barang yang berguna, bahkan memiliki nilai jual di masyarakat.

Bahan baku ban bekas pun didapat mereka dari lingkungan sekitarnya yang kemudian dimanfaatkan sehingga semangat berkreasi siswa terus berkembang. “Memang kami arahkan (siswa) menggunakan barang bekas agar dapat menekan biaya (biaya produksi,-),” ujar guru pendidikan kewirausahaan SMA Negeri 11 Kota Jambi, Swit Hermita Irianti, saat diwawancarai. Sepintas tak tampak meja dan kursi literasi itu terbuat dari ban bekas. Namun, dengan balutan kain bermotif yang menarik mampu memberikan kesan cantik pada meja dan kursi tersebut. Bahkan, rasa membal dari kursi saat diduduki tidak kalah empuk dengan sofa-sofa yang dijual di toko mebel pada umumnya.

Selain membuat meja dan kursi dari ban bekas, para siswa SMA Negeri 11 Kota Jambi juga mampu membuat karya lain. Misalnya, pot bunga dari ban bekas, tempat tisu dari kain perca, wadah air mineral gelas yang terbuat dari plastik atau kemasan suatu produk, dan lainnya. Kegiatan literasi di SMA Negeri 11 Kota Jambi pun terus digalakan, seperti melalui kegiatan siswa membaca buku non pelajaran selama 20 menit sebelum memulai kegiatan belajar di kelas. Para siswa dapat menggunakan buku yang disediakan oleh sekolah maupun buku yang telah dibawanya dari rumah. Karya siswa yang paling bagus nantinya akan mendapat hadiah berupa asuransi pendidikan sampai lulus sekolah.

Sekolah Ini Juga Tanamkan Kejujuran
Lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan rapi, serta tertib akan tampak jika kita berkunjung ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santa Ursula Kota Bandung, Jawa Barat. Menariknya, kita tidak akan menemui botol air mineral plastik di sekolah ini. Budaya sehat yang digalakan sekolah itu salah satunya memang melarang warga sekolah membawa botol air mineral plastik di lingkungan sekolah. SMP Santa Ursula Kota Bandung memberlakukan peraturan tersebut semata-mata untuk berkontribusi mengurangi sampah plastik khususnya di lingkungan sekolah. Dengan peraturan itu, secara tidak langsung juga mengurangi dampak pemanasan global.

Seperti yang kita ketahui bahwa sampah plastik sulit terurai oleh tanah dan membutuhkan waktu yang sangat lama, perlu waktu 500 hingga 1.000 tahun untuk menguraikannya. Tak heran sekolah yang bangunannya merupakan cagar budaya ini mampu meraih peringkat ke-1 Sekolah Sehat Tingkat Kota Bandung Tahun 2014/2015 lalu. Warga sekolah pun baik siswa, guru, kepala sekolah, dan lainnya mau tidak mau membawa botol air minum dari rumah masing-masing. Tetapi sekolah menyediakan galon air minum di sudutsudut ruang sekolah bagi warga sekolah.

Namun, ada hal menarik kala setiap orang hendak mengambil air minum dari galon-galon tersebut, terdapat kotak ‘kejujuran’ di samping galon yang berfungsi untuk menaruh uang. Tidak ada aturan nominal minimal bagi setiap orang yang mengambil air dari galon tersebut, sepenuhnya bergantung keikhlasan masing-masing. Kedua hal menarik itu merupakan pendidikan karakter yang didesain sekolah bagi warga SMP Santa Ursula Kota Bandung. Menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan serta menumbuhkan kejujuran adalah nilai-nilai pendidikan karakter yang coba ditumbuhkan oleh sekolah. Kedua langkah itu pun memang terlihat sederhana tetapi akan berdampak besar bagi siswa-siwa SMP Santa Ursula Kota Bandung di masa mendatang. Membangun kesadaran lingkungan dan kejujuran pada siswa merupakan hal fundamental untuk membangun bangsa ini kelak.